Siagaonline.com, JAKARTA - Debuti Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan bahwa pada minggu ketiga Juni 2026, tercatat sebanyak 32 provinsi mengalami kenaikan indeks perkembangan harga dan 6 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Ateng mengungkapkan, komoditas penyumbang andil kenaikan di PHD 32 provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah bawang merah, cabai merah dan cabai rawit.
Provinsi dengan IPH tertinggi pada minggu ketiga Juni 2026 adalah Sulawesi Utara sebesar 7,91 persen, adapun penyumbang kenaikan IPHnya adalah cabai rawit, cabai merah dan bawang merah.
Selanjutnya perubahan di PH menurut provinsi tertinggi kedua terjadi di Gorontalo sebesar 5,72 persen, penyumbangnya cabai rawit, cabai merah dan bawang merah.
"Perubahan IPH tertinggi juga terjadi di Maluku Utara sebesar 3,74 persen, penyumbang andil kenaikan IPH yaitu cabai merah, cabai rawit dan bawang merah," ujarnya, dalam rakor pengendalian inflasi, disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (22/6/26).
Dilanjutkannya, secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH pada minggu ketiga Juni 2026 lebih banyak dibandingkan kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH.
10 kabupaten kota dengan kenaikan IPH tertinggi pada minggu ketiga Juni ini yaitu terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow perubahan IPHnya sebesar 10,63 persen, kemudian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sebesar 9,21 persen.Berikutnya, Kota Tomohon 8,37 persen, Kabupaten Kepulauan Sangihe 8,26 persen, Kabupaten Minahasa 8,23 persen, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 7,97 persen, Kabupaten Halmahera Utara 7,95 persen.
"Kenaikan IPH tertinggi berikutnya juga terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan perubahan IPH sebesar 7,76 persen, Kota Bitung 7,42 persen, dan Kabupaten Bone Bolango 6,87 persen," ucap dia.
Ateng Hartono menambahkan, jika ditinjau dari komoditas utama penyumbang utama IPH menurut wilayah, kenaikan IPH tertinggi di Pulau Sumatera terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas dengan nilai perubahan IPS sebesar 3,62 persen. Sedangkan komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di Pulau Sumatera didominasi oleh cabai merah.
Selanjutnya kenaikan di teater tinggi di Pulau Jawa terjadi di Kabupaten Cianjur dengan nilai perubahan IPH 2,16 persen, komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di wilayah pulau Jawa didominasi oleh bawang merah, daging sapi dan cabai merah.
Berikutnya, kenaikan IPH tertinggi di luar pulau Jawa dan Sumatera terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow dengan nilai perubahan di PH sebesar 10,63 persen. Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di luar Pulau Sumatera dan Jawa didominasi oleh cabai rawit, cabai merah dan bawang merah.
"Komoditi seperti bawang merah, cabai merah dan cabai rawit ini perlu menjadi perhatian kita," ujar dia.(MCR)
BPS Catat Mayoritas Provinsi Mengalami Kenaikan Indeks Perkembangan Harga
Siagaonline.com, JAKARTA - Debuti Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan bahwa pada minggu ketiga Juni 2026, tercatat sebanyak 32 provinsi mengalami kenaikan indeks perkembangan harga dan 6 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Ateng mengungkapkan, komoditas penyumbang andil kenaikan di PHD 32 provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah bawang merah, cabai merah dan cabai rawit.
Provinsi dengan IPH tertinggi pada minggu ketiga Juni 2026 adalah Sulawesi Utara sebesar 7,91 persen, adapun penyumbang kenaikan IPHnya adalah cabai rawit, cabai merah dan bawang merah.
Selanjutnya perubahan di PH menurut provinsi tertinggi kedua terjadi di Gorontalo sebesar 5,72 persen, penyumbangnya cabai rawit, cabai merah dan bawang merah.
"Perubahan IPH tertinggi juga terjadi di Maluku Utara sebesar 3,74 persen, penyumbang andil kenaikan IPH yaitu cabai merah, cabai rawit dan bawang merah," ujarnya, dalam rakor pengendalian inflasi, disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (22/6/26).
Dilanjutkannya, secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH pada minggu ketiga Juni 2026 lebih banyak dibandingkan kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH.
10 kabupaten kota dengan kenaikan IPH tertinggi pada minggu ketiga Juni ini yaitu terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow perubahan IPHnya sebesar 10,63 persen, kemudian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sebesar 9,21 persen.Berikutnya, Kota Tomohon 8,37 persen, Kabupaten Kepulauan Sangihe 8,26 persen, Kabupaten Minahasa 8,23 persen, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 7,97 persen, Kabupaten Halmahera Utara 7,95 persen.
"Kenaikan IPH tertinggi berikutnya juga terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan perubahan IPH sebesar 7,76 persen, Kota Bitung 7,42 persen, dan Kabupaten Bone Bolango 6,87 persen," ucap dia.
Ateng Hartono menambahkan, jika ditinjau dari komoditas utama penyumbang utama IPH menurut wilayah, kenaikan IPH tertinggi di Pulau Sumatera terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas dengan nilai perubahan IPS sebesar 3,62 persen. Sedangkan komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di Pulau Sumatera didominasi oleh cabai merah.
Selanjutnya kenaikan di teater tinggi di Pulau Jawa terjadi di Kabupaten Cianjur dengan nilai perubahan IPH 2,16 persen, komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di wilayah pulau Jawa didominasi oleh bawang merah, daging sapi dan cabai merah.
Berikutnya, kenaikan IPH tertinggi di luar pulau Jawa dan Sumatera terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow dengan nilai perubahan di PH sebesar 10,63 persen. Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH terbesar di luar Pulau Sumatera dan Jawa didominasi oleh cabai rawit, cabai merah dan bawang merah.
"Komoditi seperti bawang merah, cabai merah dan cabai rawit ini perlu menjadi perhatian kita," ujar dia.(MCR)
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)
| Berita Terkini | Indeks |